I Found it ( harapan akan eksistensi Tuhan )

….. ak datang dan bicara sendiri meski kaupun diam

Kutipan :

 

‘’ Tuhan sudah mati. Tuhan tetap mati. Dan kita telah membunuhnya. Bagaimanakah kita, pembunuh dari semua pembunuh, menghibur diri kita sendiri? Yang paling suci dan paling perkasa dari semua yang pernah dimiliki dunia telah berdarah hingga mati di ujung pisau kita sendiri. Siapakah yang akan menyapukan darahnya dari kita? Dengan air apakah kita dapat menyucikan diri kita? Pesta-pesta penebusan apakah, permainan-permainan suci apakah yang perlu kita ciptakan? Bukankah kebesaran dari perbuatan ini terlalu besar bagi kita? Tidakkah seharusnya kita sendiri menjadi tuhan-tuhan semata-mata supaya layak akan hal itu [pembunuhan Tuhan]? ‘’

Nietzsche, ( Die fröhliche Wissenschaft, seksi 125 )

Sebuah penalaran bodoh dari seorang tokoh terkemuka dan tak terselesaikan akan eksistensi Tuhan, lalu siapa yang mati ? tuhan ato dia sendiri. Dengan akal bodoh pun kita tau jawabanya, mungkin inilah fenomena yg mulai lahir kembali di masa sekarang, berulang – ulang tanpa ada ujung dan pangkalnya.

Bertingkah sok kuasa, bermain tuhan – tuhanan, menghakimi sesama, nge- judge sesuatu sesuai dgn akalnya tanpa peduli akan logika adab yg ada. Bukan cm agamawan, pejabat, preman, tukang kayu semua sama. Manusi menciptakan aturan untuk di langgar sendiri oleh mereka. Lalu aku bertanya apa pentingnya aturan yg di buat manusia ??? nggak lebih dari penalaran bodoh aja untuk kita patuhi. Toh, kita masih punya kitab suci untuk pegangan hidup, apaun agama kita.

Jadi, Tuhan masih ada dan selalu akan ada sampai kita tidak lagi ada, apalah yang harus di ributkan dari para umat beragama tentang agamanya, merasa paling benar ? toh mereka sama tidak sempurnanya di mata tuhan ??? mereka menciptakan golongan- golongan, grup- grup, aliran demi aliran sendiri menurut seleranya ? adakah anjuran Tuhan akan hal itu, untuk kitab suciku aku belum menemukan satu ayat pun anjuran akan hal itu ! lain hal nya tentang kebenaran cerita tokoh agamawan yang kita percaya karena warisan nenek moyang. Untuk islam contohnya, ada cerita tentang perbedaan penafsiran Al- Qur’an dari para walinya, missal :

‘’ Dalam ajarannya ini, pendukungnya berpendapat bahwa Syekh Siti Jenar tidak pernah menyebut dirinya sebagai Tuhan. Manunggaling Kawula Gusti dianggap bukan berarti bercampurnya Tuhan dengan Makhluknya, melainkan bahwa Sang Pencipta adalah tempat kembali semua makhluk. Dan dengan kembali kepada Tuhannya, manusia telah menjadi bersatu dengan Tuhannya.

Dan dalam ajarannya, ‘Manunggaling Kawula Gusti’ adalah bahwa di dalam diri manusia terdapat ruh yang berasal dari ruh Tuhan sesuai dengan ayat Al Qur’an yang menerangkan tentang penciptaan manusia

(“Ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya (Shaad; 71-72).

Dengan demikian ruh manusia akan menyatu dengan ruh Tuhan dikala penyembahan terhadap Tuhan terjadi. Perbedaan penafsiran ayat Al Qur’an dari para murid Syekh Siti inilah yang menimbulkan polemik bahwa di dalam tubuh manusia bersemayam ruh Tuhan, yaitu polemik paham ‘Manunggaling Kawula Gusti’ “ (wikipedia : syekh siti jenar ) ‘’

Lalu siapa yang benar menurut kalian ??? aku cuma tau wallahu a’lam, ga’ ada penjelasan pasti akan hal itu, ato ada tapi aku yg gak tau…. Yang lebih fresh lagi dari cerita diatas coba tengok di media- media cetak/ elektronik aku yakin semua sudah tau mungkin muak juga. Mulai kasus mbah priok, sweeping FPI atau mundur dikit kenabian palsu atau tentang orang- orang yang mengaku ulama meski baru hafal satu dua ayat kitab suci. Semua punya pendapat dan anggapan berbeda, tapi kebenaran pastinya sipayang tau pasti/ mengaku tahu pasti ? aku yakin tidak seberani itu kita menjelaskannya.

Apa nggak sebaiknya kita mulai berbaik hati menerima apapun situasi yang ada dengan akal pikiran anugrah tuhan, tidak menindas, menghakimi, menuduh, dan merasa paling benar satu sama lain. Bukanya menggurui tapi setahuku karena semua agama yang ada bersumber dari Tuhan yang satu tentunya semua mengajarkan cinta kasih, perdamaian dan toleransi….

Especially thx to :

kax Mirtha Parahita 4 inspiring notes nya

( agak ga nyambung gpp yah, belajar kax )

0 % alcohol effect……

In My dream,

04 May 2010, 02: 54 pagi

 

DjatieGambar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s