PRABOWO TAHU PENCULIKAN AKTIVIS sumber: http://www.minihub.org/siarlist/msg02095.html

JAKARTA (SiaR, 24/2/99), Komandan Grup IV Kopassus Kolonel Chairawan
dan Komandan Jenderal Kopassus Letjen Prabowo Subianto mengetahui rencana
dan pelaksanaan penculikan aktivis. Hal ini terbuka setelah komandan Tim
Mawar mengaku telah melaporkan seluruh kegiatannya kepada komandan grup, dan
tentunya komandan grup memberitahukan kepada Danjen Kopassus.

Demikian antara lain hasil pemeriksaan terhadap tersangka penculikan
di Mahkamah Militer Tinggi II, Jakarta Selasa (23/2). Dalam acara
pemeriksaan terhadap Terdakwa I, Komandan Tim Mawar Mayor Bambang Kristiono
itu, juga terungkap bahwa dana operasi penculikan oleh Tim Mawar tersebut
berasal dari dana Batalyon 42 Kopassus yang terdiri atas dana rutin, dana
latihan dan dana yang diambil dari bunga dana abadi batalyon yang disimpan
di bank.

Ia juga mengaku, bahwa kegiatan operasi penculikan aktivis tersebut
merupakan inisiatifnya pribadi berdasarkan hati nurani untuk menjaga
keamanan nasional dari kelompok-kelompok radikal. Adapun mengapa memilih
sasaran kebanyakan aktivis PRD, itu diakui karena sebelumnya mereka telah
mendapat bocoran tentang rencana detail operasi PRD bawah tanah untuik
membentuk Dewan Nasional.

Sejumlah pengakuan Komandan Batalyon 42, Kristiono tersebut telah
memastikan adanya keterlibatan kedua komandan di atasnya, yaitu Dan Grup IV
dan Danjen Kopassus.

“Itu artinya, Chairawan dan Prabowo tidak bisa lari dari tanggung
jawab. Ia harus diadili,” kata salah seorang keluarga korban penculikan yang
hadir di persidangan.

Tentang pertanggungjawaban Prabowo dan Chairawan ini sebenarnya sudah
diketahui oleh Dewan Kehormatan Perwira yang dipimpin Kasad Jenderal
Subagyo. Dan karena itu, Prabowo dan Chairawan bersama juga dengan Danjen
Kopassus pengganti Prabowo yaitu Letjen Muchdi PR dicopot dari dinas
kemiliterannya.

“Tidak mungkin Prabowo, Muchdi dan Chairawan tidak tahu. Prosedur
operasinya sudah jelas kok. Sudah seharunya ketiganya diadili. Sebab
tanggung jawab pasukan ada di pundak komandan. Pengadilan terhadap para
prajurit Kopassus ini sudah kehilangan arti,” kata sumber SiaR.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s