tulisan ttg kakek moyang saya Syekh Siti Djenar, semoga menghibur :)

Yeeeaa ketemu lagi, mbil liat bola sambil baca ya pren, minimal otak kita ga kopong gn nih :

Dulu saya pernah ulas tentang sosok Abu Al Mughits Ibnu Mansur Al Hallaj, tokoh paling tenar dijagad sufi tapi dipancung krn pemikirannya..
Al Hallaj (begitu ia dikenal) tenar dg perkataannya: “Ana al Haq..!!”. Bagi orang awam hal itu dinilai sesat. Menyamakan diri dg Allah.
Bbrp abad kemudian pemikiran Al Hallaj itu ditransformasikan kembali oleh Syekh Siti Jenar dg kalimat besarnya: “Manunggaling kawulo Gusti”.

1. “Seorang hamba adalah Rabb dan Rabb adalah seorang hamba..” – Ibnu ‘Arabi (Al Futuhat Al Makkiyah dinukil dari Firaq Al Mu’ashirah, 607)
2. Syekh Siti Jenar adl sosok misterius bagi saya. Terutama mitos seputar kematiannya. Begitu banyak versi. Sosoknya penuh kontroversi.
3. Tentang asal usul Syekh Siti Jenar pun penuh tanda tanya. Siapa bapaknya? Siapa ibunya? Tahun berapa ia lahir? Berguru pada siapa? Blank. Ada beberapa info yg mengatakan bahwa Syekh Lemah Abang (nama lainnya) dilahirkan pada tahun 1426 Masehi. Dia berasal dari Cirebon.
4. Melihat tempat lahirnya (dekat pelabuhan) maka bisa ditebak bagaimana lingkungannya. Multi etnis dan bahasa. Terjadi akulturasi budaya.
5. Kemungkinan pula Syekh Siti Jenar belajar agama dari para pedagang yg singgah di Cirebon. Sebab ilmu Al Hallaj berasal dari timur tengah.
6. Tentang kaburnya silsilah Syekh Siti Jenar ini merupakan tindakan yg diambil penguasa saat itu untuk menghapus segala hal ttgnya.
7. Itu pula yg dikemudian hari melahirkan mitos di masyarakat bahwa Syekh Siti Jenar berasal dari cacing. Krn asal usulnya sangat samar.
8. Lalu kenapa dia punya nama lain “Syekh Lemah Abang/tanah merah”? Itu karena dia berdomisili disebuah daerah bernama Lemah Abang.
9. Ada sejarah yg mengatakan bahwa Syekh Siti Jenar ini kalau dirunut silsilahnya akan berpuncak pada Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
10. Ayah Syekh Siti Jenar adl seorang ulama Sunni bernama Syekh Datuk Saleh yg berasal dr Malaka. Tp kemudian hijrah ke Cirebon krn politik.
11. Namun ayah Syekh Siti Jenar itu meninggal saat Syekh Siti Jenar masih dalam kandungan (2 bulan ditanah Caruban, tenggara Cirebon).
12. Lalu kenapa ajaran Syekh Siti Jenar dianggap sesat?
13. Kta runut pangkal pemikiran Syekh Siti Jenar ini hingga titik dimana pemikiran itu bermula, yaitu pada pemikiran Ibnu ‘Arabi..
14. Ibnu ‘Arabi pernah berkata: “Sesungguhnya ketika kau menyetubuhi istri tidak lain (ketika itu) kau menyetubuhi Allah!” (Fushushul Hikam)
15. Ibnu ‘Arabi adl seorang Sufi. Cukup terkenal dengan konsep ‘Wihdhatul Wujud’ yang kemudian diserap sebagai ‘Manunggaling Kawulo Gusti’.
16. Meski Ibnu ‘Arabi berasal dari Nandalusia Spanyol, tp pemikirannya itu mengilhami Ibnu Mansur Al Hallaj yang ada di Iran, Timur tengah.
17. Abu Al Mughits Ibnu Mansur Al Hallaj ini lebih dahsyat dari Ibnu ‘Arabi. (Entah siapa yang mempengaruhi dan dipengaruhi).
18. Dari Al Hallaj ke Ibnu Arabi dan kemudian lari ke Indonesia dlm diri Syekh Siti Jenar. Dunia tasawuf berkembang pesat kala itu di Iraq.
19. Kemungkinan besar pedagang yang singgah di Caruban, Cirebon inilah yang mengenalkan Syekh Siti Jenar dengan dunia tasawuf dan sufi.
21. Dalam ajaran Sufi, dikenal bahwa: “beribadah itu murni karena Allah, bukan mengharap Surga atau takut Neraka..”.
22. Kalimat itu pernah disyairkan oleh sufi wanita Rabiah al Adawiyah yg kemudian diangkat kedalam sebuah lagu yg dinyanyikan alm Chrisye.
23. Kembali ke Syekh Siti Jenar. Ada sejarah yg mengatakan bahwa Siti Jenar berguru pada Aria Damar utk ilmu sufinya.
24. Aria Damar ini serta perenungannya saat berada diantara kaum Tamil saat jadi Saudagar inilah ia temukan hakekat pemikirannya ttg Allah.
25. Ia rumuskan 7 perkara yg menutupi qalbu seseorang utk menuju keimanan puncak. Apa saja itu? Berikut saya twitkan..
26. 1) Lembah Kesal (kemalasan naluri dan ruhani manusia). 2) Jurang futur (ingin berkuasa thd orang lain). 3) Gurun Malal (mudah putus asa)
27. 4) Gurun Riya (haus pujian). 5). Rimba Sum’ah (pamer rohani). 6) Samudera ‘Ujub (sombong). 7) Benteng Hajbun (penghalang akal).
28. Syekh Siti Jenar makin haus akan ilmu tasawuf. Ia berkeinginan kuat untuk belajar ke pusat peradaban kala itu, Baghdad.
29. Untuk soal pusat peradaban Islam di Baghdad, Iraq itu sudah pernah saya kupas pada serial twit tentang Al Hallaj
30 Saking bersemangat ia meresapi tasawuf hingga setiap detil langkah dan hidupnya adalah langkah Allah. Inilah pangkal perkaranya.
31. Dewan Wali kemudian berpandangan bahwa Syekh Siti Jenar ini penganut paham Jabariyah. Sampai detik ini paham Jabariyah masih ada disini.
32. Kl mau direnungkan lagi scr mendalam, tak ada masalah dari ajaran “manunggaling kawula Gusti” ini. Hanya saja tak semua paham. Itu saja.
33. Coba pikirkan, tangan ini punya siapa? Kaki, kepala, mata, telinga, darah, hati, semua hal yg ada pada diri kita ini milik siapa?🙂
34. Scr utuh, bisa dikatakan kita ini milik Allah. Itu yg dimaui oleh Syekh Siti Jenar. Pemahaman yg mendalam dan jernih akan hakekat diri.
35. Tapi krn saat itu Islam adl agama yg relatif baru, maka Dewan Wali berpandangan utk menghentikan ajaran Syekh Siti Jenar ini. Gitu..🙂
36. Tak salah sikap Dewan Wali saat itu. Bayangkan bila “manunggaling kawula Gusti” diejawantahkan dg serampangan. Ga bakal ada org Sholat..
37. Itu sebabnya ia dipancung dan dimakamkan di Mantingan, Jepara, Jawa Tengah.
38. Yang mau mempelajari ttg Syekh Siti Jenar bisa dibaca dibuku “The History of Java vol 2.” Sekian dulu ya kongkow-kongkownya..🙂

Sumber : “The History of Java vol 2.”
Mas obeth A.K.A @semeta_kicau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s